BHS Links
BHSLinks
Order

Indonesia — Jewelry / 30-10-2026

Investasi Perhiasan Emas versus Logam Mulia: Mana yang Masuk Akal

Kenapa Dua Barang Ini Sering Dibandingkan

Pertanyaan investasi emas perhiasan atau logam mulia muncul hampir setiap kali harga emas naik. Keduanya sama-sama emas, sama-sama berkilau, tetapi cara kerjanya sebagai aset sangat berbeda. Perhiasan dibeli untuk dipakai; logam mulia dibeli untuk disimpan. Begitu Anda menukar tujuan itu, hitungan untungnya berubah total.

Ambil contoh sederhana. Di Butik Antam atau gerai Pegadaian, emas batangan 1 gram dijual dengan harga mengikuti kurs harian ditambah margin kecil, biasanya sekitar 5–8 persen di atas harga dasar. Sebaliknya, cincin emas 1 gram di toko perhiasan bisa dihargai 20–40 persen lebih tinggi karena ada ongkos cetak, kadar tukang, dan biaya desain. Selisih inilah yang paling menentukan hasil akhir saat Anda menjual kembali.

Jadi sebelum memutuskan, pisahkan dua hal: nilai emas sebagai komoditas dan nilai tambah sebagai benda. Yang pertama cenderung stabil dan likuid; yang kedua bergantung pada selera pasar dan jarang kembali utuh saat dijual.

Susut dan Ongkos yang Sering Terlupakan

Biaya pembuatan tidak kembali

Saat membeli kalung atau gelang, Anda membayar ongkos pembuatan yang besarnya bisa Rp100 ribu sampai Rp500 ribu per gram tergantung kerumitan desain. Ketika menjual, toko hanya menghitung berat dan kadar emas, bukan keindahan desainnya. Artinya ongkos itu hangus. Untuk perhiasan berdesain rumit, kerugian bisa mencapai sepertiga dari harga beli.

Logam mulia tidak punya masalah ini karena bentuknya standar. Anda bisa menjual kepingan 1 gram di mana saja tanpa perlu menjelaskan desain atau merek. Selisih jual-beli biasanya hanya berkisar 3–7 persen, jauh lebih tipis dibanding perhiasan.

Pajak dan potongan tambahan

Sejak 2022, penjualan emas batangan dikenakan pajak penghasilan final bagi penjual tertentu, sementara transaksi perhiasan punya perlakuan PPN saat pembelian baru. Ini bukan angka besar, tetapi menambah beban yang jarang dihitung pembeli rumahan. Pedagang emas di Pasar Cikini atau pasar tradisional lain biasanya memotong langsung dari harga beli tanpa menjelaskan rinciannya.

Kapan Perhiasan Emas Masuk Akal

Pernyataan bahwa investasi perhiasan emas apakah menguntungkan tidak bisa dijawab dengan satu angka. Perhiasan menguntungkan bila fungsinya ganda: dipakai untuk acara, diwariskan, atau menjadi pegangan nilai saat keluarga butuh dana cepat. Emas tetap mudah dicairkan di Pegadaian dengan gadai, meski nilainya mengikuti taksiran, bukan harga beli.

Keluarga di Aceh, misalnya, kerap memakai emas sebagai mahar dan simpanan adat. Bagi mereka, perhiasan berfungsi sebagai tabungan sosial yang bisa dipamerkan sekaligus dijual. Di sisi lain, kolektor batu cincin giok aceh membeli batu untuk nilai budaya dan estetika, bukan untuk lindung nilai. Dua hal ini berbeda dan sebaiknya tidak dicampur dalam satu perencanaan keuangan.

Ada juga pembeli yang tergoda cincin chrome hearts atau perhiasan bermerek luar negeri dengan harga selangit. Nilai jualnya bergantung pada pasar kolektor, bukan harga emas, sehingga risikonya tinggi dan likuiditasnya sempit di Indonesia.

Membeli Logam Mulia dengan Disiplin

Untuk tujuan menabung, pilih kepingan bersertifikat dengan kadar 999,9 dan simpan fisiknya dalam kondisi utuh. Kadar dan berat adalah dua hal yang harus dicek di sertifikat, bukan sekadar kepercayaan pada penjual. Beli bertahap setiap bulan dalam nominal kecil daripada sekali besar, karena harga emas bergerak harian dan rata-rata pembelian membantu meredam lonjakan.

Hindari membeli di tempat yang tidak menerbitkan nota resmi. Jika ingin bentuk yang lebih fleksibel, tabungan emas digital di Pegadaian memungkinkan pembelian mulai 0,01 gram, meski ada biaya administrasi bulanan yang perlu dihitung. Untuk nominal jumbo di atas 100 gram, pertimbangkan safe deposit box bank daripada menyimpan di rumah.

Pada akhirnya, pilihan bukan soal mana yang lebih mahal, tetapi mana yang sesuai tujuan. Jika emas dibeli untuk dipakai dan diwariskan, perhiasan punya tempatnya. Jika dibeli untuk melindungi nilai, logam mulia lebih masuk akal karena setiap rupiah yang Anda keluarkan sebagian besar berisi emas, bukan ongkos desain.

Bacaan Terkait